ABSTRAK

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji apakah terdapat pengaruh leverage, free cash flow dan good corporate governance yang di proxy kan oleh proporsi dewan komisaris independen, komite audit, kualitas audit, dan kepemilikan manajerial terhadap praktik perataan laba atau income smoothing. Sampel penelitian ini adalah perusahaan manufaktur sektor industri dasar dan kimia yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari tahun 2007-2011. pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Dengan metode ini diperoleh 30 perusahaan manufaktur sektor industri dasar dan kimia. Analisis data menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian secara parsial menunjukkan bahwa leverage dan komite audit berpengaruh terhadap praktik perataan laba. Free cash flow dan good corporate governance yang di proxy kan proporsi dewan komisaris independen, kualitas audit, dan kepemilikan manajerial tidak berpengaruh terhadap praktik perataan laba. Dan secara simultan variabel independen berpengaruh terhadap income smoothing dengan nilai sig 1,3 %. Hal ini dikarenakan apabila seluruh komponen leverage, free cash flow dan good corporate governance disatukan, maka pengendalian yang dilakukan terhadap perilaku manajemen yang cenderung melakukan perataan laba lebih efektif.

 

Kata kunci : Perataan laba (income smoothing), leverage, free cash flow dan good corporate governance

beautiful place – THE HIGHLAND PARK RESORT

singing : libur telah tiba,, libur telah tiba,,

tapi sayangnya tanggal segini hanya liburan buat anak SD atau SMP atau SMA,,  nah bagi yang kuliah seperti saya dan menempuh semester 8, pasti sedang asik bertempur dengan skripsi,, haduuuh skripsi sangat menggalaukan sekali,,hahaha

namun, apa salahnya gw ikutan liburan bareng anaak SD,,HAHA,, 1 atau 2 hari nggak jadi masalah kalee,, haha

liburan kali ini saya ke THE HIGHLAND PARK RESORT – HOTEL BOGOR,, tepatnya di kawasan :

Jln. Ciapus – Curug nangka, Kp. Sinarwangi, Sukajadi, Kec. Tamansari. Bogor

bersama keluarga besar yang dibogor menjadi liburan ini sangat menyenangkan dan menghangatkan,, kamar yang di pesan camp deluxe mongolian yang cukup untuk 20orang,,

enjoyed that moment

This slideshow requires JavaScript.

My vacation in Bandung

ditengah kesibukan dan kejenuhanku dalam menyelesaikan skripsi, aku menyempatkan ikut liburan pada tanggal 17-18 Mei ke ciater bersama keluarga dan menginap di sari alam C no 1 BANDUNG,,

 

 

Hmm,.. asiikk, seruu.. gw mandi belerang,, yang katanya bisa menyembuhkan penyakit kulit,, kebetulan gw punya panu,, hahahaha,,, tidaaaaaaak  Continue reading

mata itu,,,

 mata itu berubah menjadi dingin

ketika satu sama lain acuh tak acuh

kadang membutuhkan warna pink atau merah untuk merubah wujudkannya

 

mata itu bercahaya lagi,

ketika senyum terulas

mata yang ramah, 

ketika perbincangan itu sedang terjadi

ya, ketika perbincangan kita sedang berlangsung

 

kata orang mata adalah jendela jiwa, apakah benar ?

apakah arti bahasa tubuh,  mata yang sedang bercahaya, malu-malu, dan ramah ?

 

 

the greatest hope

Image

berharap bulan agustus 2012 segera tiba,, aku menjalankan sidang skripsi dengan lancar dan segera pulang kebatam untuk menjalan kan sisa puasa yang tersisa dan berlebaran disana bersama keluarga tercinta dan sahabat-sahabat yang gilanya sama dengan ku dan ternyata mereka SETIA,, hahaha

dan mewujudkan rencana ku bersama temenku (nissa) untuk backpacker ke malay

my big wishes

Compare Historical Cost Principle VS Fair Value Accouting

NAMA : MAYA SARI TAMPUBOLON
KELAS : 4EB05
NPM : 20208788


Compare Historical Cost Principle VS fair Value Accounting (Membandingkan Prinsip Biaya Dengan Akuntansi Nilai Wajar )

“penggunaan historical costing dipandang akan mengurangi aspek kualitas relevansi, sehingga laporan keuangan tidak dapat digunakan dalam pengambilan keputusan. oleh karena itu fair value muncul untuk mengatasi kekurangan historical cost. namun fair value tidak sepenuhnya berguna untuk pengambilan keputusan karena tidak memiliki reabilitas. baik historical cost dan fair value accounting mempunya kelebihan masing-masing. karena perdebatan ini historical cost masih di pakai hingga sekarang ”

dari uraian di atas saya akan menjelaskan lebih rinci mengenai hal tersebut,,, berawal dari pengertian Historical Cost yaitu Menurut Suwardjono (2008;475) biaya historis merupakan rupiah kesepakatan atau harga pertukaran yang telah tercatat dalam sistem pembukuan. Prinsip historical cost menghendaki digunakannya harga perolehan dalam mencatat aktiva, utang, modal dan biaya. Yang dimaksud dengan harga perolehan adalah harga pertukaran yang disetujui oleh kedua belah pihak yang tersangkut dalam tranksaksi. Harga perolehan ini harus terjadi pada seluruh traksaksi diantara kedua belah pihak yang bebas. Harga pertukaran ini dapat terjadi pada seluruh tranksaksi dengan pihak ekstern, baik yang menyangkut aktiva, utang, modal dan transaksi lainnya.
Continue reading